Ahmad Dhani, Kembali Tersandung Permasalahan, Dia Terancam Di Polisikan

Ahmad Dhani, Kembali Tersandung Permasalahan, Dia Terancam Di Polisikan – Masalah ajaran ‘idiot’ yang dilaporkan Konsolidasi Bela NKRI waktu lalu ke Polda Jawa Timur masih tetap berproses, musisi Ahmad Dhani Prasetyo kembali tersandung permasalahan. Dia ikut serta utang-piutang Rp 200 juta untuk kerjakan project Vila Singosari di Kota Batu.

Serta gagasannya, suami vokalis Mulan Jameela itu akan dilaporkan ke Polda Jawa Timur oleh Jaeni Ilyas, masyarakat Surabaya. ” Kami merencanakan akan memberikan laporan ADP (Dhani) ke Polda Jawa timur. Itu sebab sesudah 3x kami melayangkan somasi tetapi tidak direspons, ” kata kuasa hukum Jaeni, Arief Fatoni di Surabaya, Rabu (19/9) .

Pengacara yang calon legislatif DPRD Surabaya dari Partai Golkar ini bercerita, langkah hukum yang akan diambil kliennya ini berawal, waktu dengar berita jika Dhani akan jual rumah untuk membiayai pencapresan salah satunya calon Pemilihan presiden 2019.

Walau sebenarnya, kata Toni, Dhani berutang pada kliennya Rp 400 juta semenjak tahun 2016 serta cuma membayar setengahnya saja. Bekasnya Rp 200 juta, sampai sekarang ini belum dilunasinya.

Walau sebenarnya, waktu akad pinjam-meminjam uang, Dhani janji melunasi utangnya satu bulan sesudah uang utang diterimanya. ” Kami bersukur ADP ingin jual rumah untuk biayai paslon Calon presiden, tetapi kami juga ingatkan, supaya keharusan pada client kami juga selekasnya dipenuhi, ” tegas bekas Team Kuasa Hukum Gubernur Jawa Timur dipilih, Khofifah Indar Parawansa ini.

Toni juga bercerita awal cerita utang-piutan Dhani pada kliennya. ” ADP itu kan temannya Wali Kota Batu, Pak Eddy Rumpoko. Client saya saat itu juga dekat dengan Pak Eddy Rumpoko, ” kata Toni memulai ceritanya.

Lalu pentolan Dewa 19 itu mengemukakan ke Eddy jika tengah mengerjakan project Vila Singosari serta memerlukan modal. ” Pada akhirnya dikatakan Pak Eddy Rumpoko ke client saya, Haji Jaeni. Sebab client saya lihat pak Eddy Rumpoko, pada akhirnya Dhani dipinjami Rp 400 juta, ” terangnya.

Uang utang itu ditransfer Jaeni ke dua step yakni tanggal 5 Mei 2016 Rp 200 juta, serta step dua Rp 200 juta pada 12 Mei. ” Selesai terima penuh uangnya, Dhani janji akan mengembalikannya satu bulan lalu, ” tuturnya.

Akan tetapi sampai November 2016, janji pelunasan itu tidak juga direalisasikan Dhani dengan dalih Vila Singosari belumlah membayar proyeknya.

Sebab wanprestasi, Jaeni juga menagih janji Dhani yang lalu membayarnya dengan teliti sejumlah Rp 200 juta lewat orang suruhannya. Sesaat bekasnya, Rp 200 juta, sampai sekarang ini belum dilunasi.

” Sebab tidak jelas, client saya pada akhirnya kirim somasi ke ADP pada 10 Oktober 2017. Lalu somasi ke-2 di kirim lagi pada November 2017, ” papar Toni.

Setelah itu, masih tetap kata Toni, lewat kuasa hukumnya, Dhani membalas somasi itu serta mengaku masih tetap miliki tunggakan bekas utang Rp 200 juta ke Jaeni. ” ADP janji lagi akan melunasi lewat cara dicicil Rp 10 juta perbulan dengan argumen usaha hiburan lagi sepi sebab kebijakan pemerintah. “

Medio 2018, Dhani kembali lakukan wanprestasi. Janji mengansur utang Rp 10 juta perbulan juga tidak dikerjakan. ” Client kami kembali kirim somasi ke-3 pada Februari 2018. Sebab tidak ada tanggapan, client kami pada akhirnya memperhitungkan untuk melaporkannya ke Polda Jawa timur, ” tandas bekas jurnalis ini.

Seperti didapati, pasca-kisruh Deklarasi #GantiPresiden di Surabaya pada 26 Agustus 2018 lantas, Dhani kesandung permasalahan ajaran kedengkian. Dikarenakan kata ‘idiot’ yang dilemparkan Dhani pada massa anti tagar itu, Dhani dilaporkan ke Polda Jawa Timur oleh Konsolidasi Bela NKRI pada 30 Agustus.

Masalah masih tetap berproses, sekarang musisi asal Surabaya itu kembali tersandung permasalahan. Kesempatan ini permasalahan utang-piutang yang belumlah dilunasi. ” Kita nantikan saja (laporannya) , ” kata Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Pol Frans Barung Mangera, waktu diminta respon masalah gagasan laporan Dhani oleh Jaeni.