Kejati Bengkulu Menurut Febri Tengah laksanakan Pengumpulan Bahan Info

Kejati Bengkulu Menurut Febri Tengah laksanakan Pengumpulan Bahan Info – KPK menyegel area Aspidsus Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu. Area itu dapat digeledah tentang dengan operasi tangkap tangan (OTT) Kasi III Intel Kejati Bengkulu, Parlin Purba.

” Kita menganggap disana ada bukti-bukti yg kita perlukan, ” kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (9/6/2017) .

Parlin Purba di tangkap bersama-sama Amin Anwari bertindak sebagai petinggi pembuat prinsip Balai Lokasi Sungai Sumatera VII serta Murni Suhardi Direktur PT Mukomuko Putra Selatan Manjunto. Dalam operasi tangkap tangan, Jumat (9/6) awal hari, KPK mengambil duwit Rp 10 juta.

Dikira duwit ini tentang dengan perlakuan perkara proyek BWSS VII ialah irigasi. Pihak Kejati Bengkulu menurut Febri tengah laksanakan pengumpulan bahan info (pulbaket) tentang beberapa proyek termasuk juga irigasi.

” Diantara satu yg di-pulbaketkan proyek irigasi. Tentang hal tersebut indikasinya ada komunikasi dengan pihak pemberi PPK, bersama pihak swasta PT MPSM, ini yg kontraktornya, ” jelas Febri.

Duit ke Parlin Purba menurut Febri datang dari pihak swasta. Yg arah pemberiannya tentang pengumpulan bahan serta info yg dilaksanakan Kejati Bengkulu.

” Semestinya duit diperuntukan pengaruhi sistem ini. Pengaruhnya banyak, dapat tentang sambungan pulbaket atau yg lain, ” sambung Febri.