Menimbun Petasan Dan Mercon, Pria Ini Dibekuk Polisi

Menimbun Petasan Dan Mercon, Pria Ini Dibekuk Polisi – Polresta Banda Aceh pidanakan seseorang distributor mercon serta petasan dengan Undang-undang Nomor 12 Th. 1991 ayat 1 (1) dengan ancaman 20 th. penjara. Tersangka berinisial TI (50) di tangkap oleh personel Satreskrim Polresta Banda Aceh tgl 20 Mei 2018 lantas sekira jam 17. 30 WIB.

Tersangka menumpuk mercon serta petasan tanpa ada izin itu di tempat tinggalnya Gampong Baro, Kecamatan Baiturrahman, Kota Banda Aceh.

Kapolresta Banda Aceh, AKBP Trisno Riyanto menyebutkan, barang dilarang mengedar di Aceh ini dipasok dari Medan, Sumatera Utara (Sumut) . Larangan peredaran mercon serta petasan ini karna memiliki kandungan zat peladak dan mengganggu ketentraman orang-orang dampak dari nada ledakan itu.

” Mercon serta petasan itu tak ada izin dari pemerintah untuk peredaran, maka dari itu kita tidak serta jerat dengan undang-undang darurat dengan ancaman 20 th. penjara, ” kata AKBP Trisno Riyanto, di Mapolresta Banda Aceh, Rabu (6/6) .

Mengenai tanda bukti yang sukses diambil alih berbentuk 11 kota mercon beragam type. Mercon serta petasan yang diambil alih itu ada 4 type yang mempunyai daya ledak, yakni type top 167 jenis Coco Hawai, Merk Sunfirworks jenis roman, Sunfirworks jenis piccoloxl serta type flower basket jenis roman.

Berdasar pada hasil uji laboratorium forensik di Medan, positif memiliki kandungan bahan kimia yang disebut kombinasi bahan peladak dapat membahayakan keselamatan orang-orang.

” Kita juga akan lakukan penyelidikan selanjutnya dengan masalah ini. Karna positif memiliki kandungan bahan peladak dari uji laboratorium forensik di Medan, ” tutur dia.

Menyangkut dengan masih tetap ada yang jual mercon serta petasan di Banda Aceh. Trisno berjanji juga akan lakukan penidakan tegas. Walau ia mengakui, untuk penindakan pada penjual dikerjakan lewat cara preventif.

” Kita juga akan kerjakan represif preventif, yang pasti kita juga akan kerjakan razia supaya tak ada peredaran mercon serta petasan di Banda Aceh, ” tegasnya.

Menurut dia, ini perlu ditertibkan untuk keamanan serta kenyamanan orang-orang melaksanakan ibadah puasa. Termasuk juga mendekati perayaan Idul Fitri nanti.