Walkot Bandung Akan Menutup Dua Saluran Limbah Ilegal dari Dua Restoran

Walkot Bandung Akan Menutup Dua Saluran Limbah Ilegal dari Dua Restoran  – Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana memerintah jajarannya untuk tutup dua aliran sampah illegal yang datang dari dua restoran di Jalan Lombok, Kelurahan Cihapit, Kecamatan Bandung Wetan.

Yana didampingi beberapa kepala dinas serta aparat kewilayahan sidak langsung ke tempat itu. Di tempat pertama dekat Kantor Kelurahan ada genangan air yang sering muncul waktu musim hujan. Akan tetapi genangan itu bau serta kotor.

Sesudah dijelajahi ada dua aliran ilegal yang dibuat diatas aliran sah pemerintah. Aliran ilegal itu disangka datang dari Restoran Korea Donwoori serta Restoran Fish Wow Cheeseee (FWC) yang ada sama-sama berseberangan di Jalan Lombok.

Didapati selesai sidak, Yana menjelaskan awalannya dia mendapatkan laporan dari masyarakat tentang genangan air yang berbau serta kotor itu. Untuk permasalahan genangan pemerintah langsung lakukan perbaikan aliran supaya air cepat surut.

“Nah nyatanya ada sumber berbau juga. Nyatanya di ujung sana ada pembuangan dari restoran yang menurut Dinas Pekerjaan Umum (PU) serta Dinas Lingkungan Hidup serta Kebersihan (DLHK) menyalahi ketentuan,” tutur Yana, Jumat (23/11/2018).

Menurut dia ke-2 dinas itu sudah lakukan pencarian pada dua aliran yang datang dari dua restoran itu. Bahkan juga untuk lebih pastikan sudah diambil sampel dari dua aliran itu.

“Barusan saya perintahkan dicor saja jika melanggar,” katanya.

Dalam tempat yang sama Kepala DLHK Kota Bandung M Salman Fauzi menjelaskan tiap-tiap restoran mesti mempunyai Izin Pembuangan Sampah Cair (IPLC). Berkaitan pelanggaran itu pihaknya telah menyebut pemilik restoran untuk disuruh penjelasan.

“Empat hari kemarin telah kita mengambil sampel. Mudah-mudah minggu kedepan telah keluar akhirnya. Itu untuk pastikan kandungan sampah,” tuturnya.

Selain itu Kadis PU Kota Bandung Bijaksana pastikan akan langsung lakukan pengeceoran pada dua aliran itu sama dengan perintah wakil wali kota.

“Kita cor menjadi peringatan. Jadi agar terlihat ini (aliran sampah) miliki siapa. Kan jika ditutup kelak mereka sendiri yang kerepotan,” tutur Bijaksana.