Anak SD Jadi Bandar Sabu di Makassar, Salah Siapa?

Anak SD Jadi Bandar Sabu di Makassar, Salah Siapa? – Seseorang bocah SD berubah menjadi bandar sabu di Makassar. Bocah SD itu disangka jual sabu terhadap temannya yang telah SMP. Siapa yang salah?

Menurut Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Susanto, apakah yang dikerjakan bocah SD itu gak terlepas dari efek orangtua, lingkungan, serta teman-temannya. Karenanya, butuh ditelisik lebih jauh latar belakang bocah SD bandar sabu itu.

” Kami menyayangkan atas peristiwa ini. Irit saya butuh dijelajahi lebih jauh profil pengasuhannya seperti apakah, lingkungannya seperti apakah, alur bertemannya bagaimana. Ini terpenting untuk menempatkan perkara ini dengan cara jelas, ” kata Susanto

Susanto memberi tambahan pihaknya mengimbau orangtua serta sekolah menambah deteksi awal serta mencegahan pada anak.

” Biar anak tidak terkena penyalahgunaan narkotika. Ini gak bisa berlangsung. Hari esok anak-anak mesti kita selamatkan, ” lanjut dia.

Menurut Susanto, perkara bocah SD berubah menjadi bandar sabu itu bukan yang pertama. ” Ada (perkara sama). Namun lupa saya titik tempatnya, ” jawabnya.

Awal kalinya di kabarkan, seseorang anak berumur 14 tahun ditangkap Polsek Tallo, Makassar, selesai ditemui mengedarkan narkoba type sabu di Jalan Panampu, Lorong II, Kampung Gotong, Kecamatan Tallo. Bocah ini ditangkap bersama-sama 1 saset sabu siap gunakan.