Dinas Kesehatan Trenggalek Lakukan Outbreak Response Immunization

Dinas Kesehatan Trenggalek Lakukan Outbreak Response Immunization – Dinas Kesehatan Trenggalek lakukan Outbreak Response Immunization (ORI) difteri dengan tujuan beberapa ratus siswa Sekolah Luar Umum (SLB) .

Imunisasi difteri untuk anak berkebutuhan spesial itu di gelar di kompleks SLB Kemala Bhayangkari, Jalan HOS Cokroaminoto, Trenggalek.

Petugas Dinas Kesehatan Trenggalek, Supartini, menyebutkan ada tantangan sendiri saat mesti lakukan imunisasi pada anak berkebutuhan spesial.

Tantangan intinya yaitu beberapa dari mereka menampik serta meronta waktu akan dikerjakan penyuntikan.

” Di banding dengan siswa umum, di sini kami mesti bekerja lebih ekstra, mesti penuh kesabaran supaya anak-anak itu ingin dikerjakan imunisasi, ” katanya, Senin (19/2/2018) . beberapa siswa menampik untuk dikerjakan imunisasi, dari mulai meronta, lari sampai bersembunyi di kamar mandi. Bahkan juga petugas sangat terpaksa menggendong sebagian siswa supaya dapat diimunisasi.

” Untuk di SLB ini kami mesti hati-hati benar, karna ada pula sebagian anak yang konsumsi obat spesifik, seperti barusan yang mempunyai kisah kejang serta dalam pengawasan dokter anak, ” imbuhnya.

Mujur, lanjut Supartini, aktivitas imunisasi jalan dengan lancar serta semuanya siswa berkebutuhan spesial sudah memperoleh imunisasi yang diperlukan.

Selepas imunisasi, petugas juga mengemukakan pada wali murid mengenai sebagian resikonya yang dapat keluar saat imunisasi, seumpama panas serta sakit sepanjang sekian hari pada sisa suntikan.

” Resikonya kami berikan pada wali murid serta pengajar supaya tidak menyebabkan kecemasan, karna memanglah terdapat banyak dampak yang keluar, ” paparnya.

Di konfirmasi terpisah, Ketua Yayasan Kemala Bhayangkari Trenggalek, Bencana Didit menerangkan, tujuan imunisasi kesempatan ini mencakup 180 lebih siswa, dari mulai tahap SD sampai SMA dengan rentang umur pada 5-19 th..

” Kami mengharapkan semua anak-anak kami ini terlepas dari penyakit difteri. Menghindar tambah baik dari pada menyembuhkan. Ya memanglah perlu kesabaran, karna anak-anak memanglah berkebutuhan spesial, ” tutupnya