Keinginan Pijat Tidak Diindahkan, Seorang Pria Bunuh Baniah Di Hulu Sungai Utara

Keinginan Pijat Tidak Diindahkan, Seorang Pria Bunuh Baniah Di Hulu Sungai Utara – Seseorang wanita bernama Baniah sebutan lain Julak Binti Sulai (56) diketemukan meninggal di tempat tinggalnya Desa Bararawa, Kecamatan Paminggir, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan, dengan keadaan tanpa kepala.

Kepala Baniah diketemukan di Sungai Paminggir di dekat keramba ikan punya Halim, atau seputar 10 mtr. dari tempat peristiwa masalah atau TKP. Kepala korban diketemukan di kedalaman seputar 5 mtr. sungai itu.

Yaitu pemuda berinisial Ln (26), aktor pembunuhan yg kesal sebab keinginan dipijat tidak diindahkan.

” Dikira aktor berencana buang kepala korban ke Sungai Paminggir hingga besok harinya dijalankan pelacakan, ” tutur Kaur Bin Ops Reskrim Polres Hulu Sungai Utara, Ipda Rianda Putra Utama, seperti ditulis dari Pada, Selasa, 31 Juli 2018.

Tindakan pembunuhan sadis yg berlangsung pada Minggu, 29 Juli 2018 itu berasal waktu korban tengah melihat tv didalam tempat tinggalnya selesai salat Magrib.

Tak diduga Ln yang disebut tetangga korban berpura-pura mohon dipijat, tapi korban menolaknya. Karena penolakan itu, aktor naik pitam serta secara langsung membacok korban gunakan sebilah parang pada bagian leher sampai kepalanya terputus.

Selesai menebas korbannya, aktor membawa kepala itu serta sebilah parang keluar rumah buat membuangnya.

Polisi dapatkan laporan dari saksi serta secara langsung mendatangi tempat peristiwa masalah atau TKP. Selesai mengecek beberapa saksi, polisi tangkap aktor.

” Aktor kita tangkap berdasar pada info tiga orang saksi yg memahami rangkaian peristiwa, ” kata Rianda.

Dan pelacakan kepala korban, lanjut Rianda, dijalankan besok harinya pada Senin, 30 Juli 2018 pagi. Dalam pelacakan ini, polisi mengharap pertolongan penyelam tradisionil dari Nagara Kabupaten Hulu Sungai Selatan.

Selesai menghabiskan waktu saat tujuh jam, kepala korban diketemukan di Sungai Paminggir di dekat keramba ikan punya Halim, atau seputar 10 mtr. dari rumah korban.

Kepala korban tergeletak di kedalaman seputar 5 mtr. sungai itu. Petugas lantas membawa potongan kepala itu ke rumah korban buat dijahit berubah menjadi satu dengan badannya oleh team dokter.

Polisi mengganjar aktor dengan Clausal 340 Jo 338 KUHP dengan dakwaan berencana menghilangkan nyawa seorang, ancaman pidana penjara saat 20 tahun atau hukuman optimal seumur hidup.