Kemenhub Batasi Pengoperasian Kendaraan Barang

Kemenhub Batasi Pengoperasian Kendaraan Barang – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) membatasi operasional kendaraan angkutan barang melewati jalur mudik Lebaran 2017. Hal semacam ini dikerjakan supaya, kendaraan angkutan barang tak turut memadati jalur Mudik Lebaran 2017.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menyampaikan, restriksi operasional angkutan barang ini terdaftar pada Ketentuan Menteri Perhubungan Nomor 40 Th. 2017 Mengenai Penyusunan Lantas Lintas Lewat Restriksi Operasional Kendaraan Bermotor serta Penutupan Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor Pada Saat Angkutan Lebaran.

Dalam soal ini, jelas Menhub Budi Karya, angkutan barang bakal dibatasi pada H-4 sebelumnya Lebaran sampai H+4 sesudah Lebaran.

” Angkutan barang pada intinya, kita membatasi empat hari sebelumnya Lebaran serta empat hari setelah Lebaran, terlebih kendaraan angkutan barang tiga sumbu, ” tutur Menhub Budi Karya di Jakarta, Selasa (23/5/2017).

Mengenai, restriksi operasional untuk kendaraan angkutan barang yang mengangkut salah satunya, barang galian atau barang tambang, seperti pasir, tanah, batu, serta batubara.

Diluar itu angkutan barang dengan berat yang diizinkan (JBI) kian lebih 14. 000 kg, serta dan mobil barang dengan kereta tempelan atau kereta gandengan.

Disamping itu, untuk kendaraan angkutan barang dengan dua sumbu masih tetap diijinkan untuk melintas di jalur mudik Lebaran. Oleh karenanya, Menhub Budi Karya menghimbau entrepreneur memakai angkutan barang dua sumbu bila aktivitas usaha menginginkan jalan.

” Kami menghimbau entrepreneur yang menginginkan menggerakkan aktivitas memakai dua sumbu agar dapat jalan, ” tambah dia.

Dalam soal ini, semua jembatan timbang di Pulau Sumatera, Pulau Jawa, serta Pulau Bali ditutup sesaat serta digunakan sebagai tempat istirahat untuk beberapa pemakai jalan. Ini dikerjakan pada H-7 jam 00. 00 WIB s/d H+7 jam 24. 00 WIB.