Menteri Keuangan Sri Mulyani Berharap OJK Melindungi Perkembangan Ekonomi Negeri

Menteri Keuangan Sri Mulyani Berharap OJK Melindungi Perkembangan Ekonomi Negeri – Menteri Keuangan Sri Mulyani mengharapkan Ketua Dewan Komisioner (DK) Otoritas Layanan Keuangan (OJK) Wimboh Santoso bisa melindungi perkembangan ekonomi dalam negeri serta bidang layanan keuangan supaya tetaplah jalan dengan baik.

” Harapannya kami mengharapkan OJK jadi satu institusi pengawasan bisa melindungi bidang layanan keuangan dari beberapa praktek yang membahayakan bidang keuangan serta perekonomian keseluruhannya, ” ungkap Sri Mulyani, Jumat (9/6).

Tetapi demikian, ia juga mengingatkan Wimboh tidak untuk lupa bekerja sama juga dengan pemerintah, Bank Indonesia (BI), serta Instansi Penjaminan Simpanan (LPS) untuk menelusuri beragam masalah di bidang layanan keuangan yang bisa memengaruhi perekonomian.

” Tetaplah bekerja bersama untuk mendeteksi tanda-tanda peluang masalah, bekerja sama juga dengan kami bila ada hal systemik, buat ekonomi Indonesia sehat, ” jelas Sri Mulyani.

Dengan ekonomi yang sehat, terang Sri Mulyani, pasti jumlah pengangguran bakal terselesaikan dengan menambahnya jumlah lapangan kerja. Diluar itu, ia juga mengharapkan jumlah orang-orang menengah ke bawah makin banyak yang mempunyai akses pada service layanan keuangan.

” Lalu integritas serta tata kelola diperbaiki, ” terang Sri Mulyani.

Tidak lupa, ia mengatakan selamat pada Komisaris Paling utama PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) karna dipilih jadi Bos OJK baru yang nanti bakal menukar Muliaman Hadad.

” Bila Pak Wimboh dipilih, selamat ” tambah Sri Mulyani.

Seperti di ketahui, Wimboh bertarung dengan Sigit Pramono dalam merebutkan kursi Ketua DK OJK. Wimboh sendiri sudah menjabat jadi Komisaris Paling utama di Bank Mandiri mulai sejak 2015 lantas.

Terlebih dulu, ia pernah menempati jabatan direktur eksekutif International Monetary Fund (IMF) serta kepala perwakilan Bank Indonesia (BI) di New York. Jabatannya di IMF digenggam sesudah menjabat jadi direktur Direktorat Penyusunan Perbankan BI pada 2010-2012.