Tawuran Pelajar di Tangsel Tewaskan 1 Orang dan 3 Alami Luka Bacok

Tawuran Pelajar di Tangsel Tewaskan 1 Orang dan 3 Alami Luka Bacok – Tawuran antar grup pelajar di Pondok Aren, Tangerang Selatan, mengakibatkan 1 orang meninggal serta 3 luka bacok. Polisi tangkap 9 orang aktor penganiayaan itu.

“Sejumlah besar grup remaja ini masih tetap statusnya pelajar serta dibawah usia. Dari 9 yang telah ditangkap, dua orang dewasa serta tujuh masih tetap dibawah usia. Rata-rata masih tetap sekolah di SMP serta SMK,” kata Kapolres Tangerang Selatan AKBP Ferdy Irawan dalam launching masalah di Mapolres Tangsel, Jumat (7/12/2018).

Tawuran itu berlangsung di Jalan Bintaro Penting bidang III Kelurahan Jurangmangu Timur, Kecamatan Pondok Aren, Tangerang Selatan, Minggu (2/12) seputar jam 05.00 WIB. Dua grup pelajar itu datang dari lokasi Ciputat serta Pondok Aren dengan grup dari Ciledug.

“Mereka bertemu atau janjian bertemu di jalan raya Bintaro, Pondok Aren. Lalu antar grup pemuda ini ikut serta tawuran yang manakah dalam tawuran itu ada korban,” katanya.

Korban meninggal dalam tawuran itu berinsial AS. Sedang 3 korban luka bacok yaitu AIM, SDMP, serta SR.

Sesaat 9 terduga yang diamankan yakni MSBI, RD, S, BKA, WTP, SN, MY, AFB, serta DMI. Sedang dua terduga yang masih tetap buron yaitu B serta T.

Diluar itu, beberapa terduga ikut ambil beberapa barang punya grup rivalnya yang ditinggal kabur. Beberapa barang itu seperti hp genggam sampai sepeda motor.

Beberapa terduga itu didatangkan dalam launching masalah. Grup terduga menyebut diri perkumpulan Katak Beracun. Polisi masih tetap menelusuri grup itu.

“Jadi perkumpulan terduga yang berada di belakang kita ini yang datang dari Ciputat serta Pondok Aren ini menyebut dianya perkumpulan Katak Beracun,” katanya.

Beberapa terduga diduga Masalah 365 KUHP ayat 3 serta atau 170 ayat (2) ke-3 serta atau 338 KUHP serta atau 351 ayat 3 KUHP Jo Masalah 80 ayat 3 UU RI No 35 tahun 2014 atas Pergantian UU RI No.23 tahun 2002 mengenai Perlindungan Anak. Beberapa terduga terancam hukuman optimal 15 tahun penjara.